Jumat, 07 Mei 2010

Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga






Kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga merupakan satu rangkaian peristiwa yang harus kita pahami secara keseluruhan. Kematian-Nya di kayu salib adalah untuk mengalahkan iblis; kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Ia telah mengalahkan segala musuh, termasuk musuh yang terakhir dibinasakan, yaitu maut; sedangkan kenaikan-Nya ke sorga membuktikan bahwa Ia telah mengalahkan dunia, karena dunia tidak dapat menahan-Nya untuk kembali ke sorga. Jadi, peristiwa ini merupakan suatu kemenangan yang luar biasa dari Tuhan kita, Yesus Kristus. (Kis 1:1-11)

Walaupun Tuhan Yesus telah terangkat ke sorga dan meninggalkan kita, Ia tidak meninggalkan kita seorang diri atau yatim piatu (Yohanes 14:18), sebab terang-Nya selalu bersinar seperti matahari yang tidak akan pernah terbenam. Oleh sebab itu, kita tidak perlu bersedih, gelisah, atau gentar hati, karena Dia meninggalkan damai sejahtera dan berjanji akan datang kembali kepada kita (ayat 27-28). Sehingga, pada saat Ia berkata, “Ya, Aku akan datang segera!” kita dapat menjawabnya, “Amin, datanglah Tuhan Yesus!” (Wahyu 22:20).





Kamis, 29 April 2010

BERPULANG KE BAPA SORGAWI










Pada hari Rabu, 28 April 1910 St.Dj.Pardede sintua HKBP Cijantung dari weyik IV Ciracas I pukul 07.00 telah berpulang ke Bapa Sorgawi meninggalkan keluarga ibu Delfina br Simanjuntak dengan 3 anak laki-laki, 3 anak perempuan/3 mantu dan 4 orang cucu. Tidak hanya keluarga yang merasa kehilangan, tapi jemaat weyik IV Ciracas, bahkan semua jemaat HKBP Cijantung ikut merasa kehilangap.
Ingkon borhat ma amanta St.Dj.Pardede mandapothon Tuhanta, tangkas ma songon na didok ni Ap.Paulus tu huria Pilipi: “Kristus do hangoluan di ahu , jala laba do nang hamatean”. Borhat ma amanta on mandapothon Tuhan Jesus Kristus, alai adong dope angka namonasak di portibion ima pelayanan tu ruas. Duansa do manosak, alai na dumenggan rap dohot Kristus do.
“HKBP CIJANTUNG TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA St.Dj.PARDEDE”


Minggu, 04 April 2010

PASKAH DI HKBP CIJANTUNG

Peringatan kebangkitan Tuhan Yesus (Paskah) pada Minggu tgl.4 April 2010 di HKBP Cijantung sangat meriah dan semarak.Kebaktian yang dilaksanakan pkl.o4.00 (buha-buha ijuk); pkl.07.00 dan pkl.09.30 (kebaktian biasa) dipenuhi oleh Jemaat HKBP Cijantung, bahkan tidak ketinggalan Kelompok Paduan Suara seperti: Koor Gabungan Ciracas, Koor Parompuan, Koor Ina Hanna, Koor Maranata, Koor Ama Cijantung,dan Koor Ama Saroha.



Khotbah yang di bawakan oleh Pdt. R.R.br.Siagian dari Joh: 20:1-10 bahwa pada hari Minggu pagi-pagi benar datanglah kaum perempuan yang bernama:Maria Magdalena, Maria ibu Jakobus dan Salome ke kuburan Yesus, tetapi batu penutup kuburan telah terguling dan mayat Yesus tidak ada.

Kemanakah Yesus? Oh……. Yesus telah bangkit.oleh karana itu Kebangkitan Yesus membawa kebangkitan kepada umat Kristen di dunia ini terutama bagi kaum perempuan HKBP Cijantung harus bangkit.





Itulah yang menyebabkan kaum perempuan melayani dalam pengumpulan persembahan pada minggu paskah ini sebagai refleksi kebangkitan kaum perempuan di HKBP Cijantung.
Hidup Baru dalam Kristus ..........Selamat Paskah !!!@.








Punguan Parompuan yang bertugas melayani pengumpulan persembahan, mulai menghitung persembahan.


Sebelum melayani para ibu dari punguan parompuan HKBP Cijantung berkumpul dikonsistori untuk menerima arahan dalam bertugas pengumpulan persembahan.











Wah.....banyak juga jemaat HKBP mengikuti kebaktian buha-buha ijuk pkl.04.00 pada hari Minggu 4 April 2010.
Mereka naik motor saja, sehingga parkir Motor di halaman Gereja HKBP Cijantung penuh.
Kesadaran jemaat memarkir dengan teratur dan rapi perlu angkat jempol.








Para ibu sedang menghitung persembahan,
berapa persembahan ke Huria, dan ke pusat

Kamis, 18 Maret 2010

TAHUN PENATALAYANAN HKBP 2010


Tahun 2010 dicanangkan HKBP sebagai TAHUN PENATALAYANAN menuju gereja yang rapih dan tersusun (sesuai dengan Efesus 4 : 16). Tujuannya adalah mengembalikan HKBP kepada dasar pelayanan yang hakiki yaitu menyeluruh dan tertib.

Salah satu isi sambutan Ephorus HKBP yaitu Pdt. DR. Bonar Napitupulu pada acara OPEN HOUSE Tahun Baru 2010 tanggal 6 Januari 2010 lalu adalah bahwa gereja (Pendeta-red) tugasnya bukan hanya melayani melalui khotbah di mimbar dan pelayanan di dalam gedungnya saja, tetapi juga harus turun dan masuk ke dalam segala segi dan sendi-sendi kehidupan jemaat. Itulah inti dari Tahun Penatalayanan. Gereja (Pendeta-red) harus mulai membenahi diri masuk ke dalam makna pelayanan yang sesungguhnya. Jika kita menoleh kepada sejarah masa lalu, yaitu di masa Pdt. I.L. Nomensen (Ephorus Pertama HKBP), gereja benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat. Maka, sesuai dengan Buku Panduan pelaksanaan Tahun Penatalayanan dari Kantor Pusat HKBP, inilah yang harus dilakukan oleh gereja dalam tingkat jemaat (huria) dan Ressort:

A. HURIA
1. Adanya database anggota jemaat ............
2. Tersusunnya database pelayan HKBP .................
3. Terlaksananya sistem administrasi jemaat yang rapih dan akurat yaitu: Buku-buku register Yang Lahir, Baptis, Malua, Akad Nikah (Martumpol), Pemberkatan Nikah, Baru Masuk, Pindah, Terkena RPP, Meninggal Dunia, Warta Jemaat, Warta Keuangan (Keluar dan Masuk) Mingguan, dan Inventaris (Parartaon).
3. Terlaksananya sistem pemeriksaan keuangan dn inventaris secara berkala minimal 1 X 3 bulan oleh Tim Verifikasi yang dibentuk oleh Rapat Huria.
4. Adanya rencana 4 tahun dan program serta anggaran tahunan dari masing-masing jemaat.
5. Berlangsungnya rapat evaluasi program dan keuangan minimal 2 x 1 tahun.
6. Terkirimnya laporan tahunan (bericht) dan statistik ke Kantor Pusat selambat-lambatnya minggu kedua Januari.
7. Terwujudnya gereja yang bersih meliputi ruang ibadah, ruang rapat dan pembinaan, ruang pertemuan, dapur dan toilet, halaman dan rumah dinas jemaat.
8. Adanya komputer dan email serta terkoneksinya dengan internet minimal jemaat induk (huria sabungan)

B. RESSORT
1. Adanya database anggota jemaat se-ressort ..................
2. Tersusunnya database pelayan HKBP...........................
3. Terlaksananya Rapat Ressort minimal 1 X 1 tahun.
4. Terlaksananya Rapat Parhalado Ressort minimal 1 X 1 tahun.
5. Adanya sistem Administrasi Ressort mencakup: Buku Catatan Surat Masuk dan Keluar, Buku Keuangan Ressort, Buku Notulen Rapat Ressort dan Rapat Parhalado Ressort, Buku Inventaris Ressort.
6. Terlaksananya pemeriksaan keuangan ressort oleh Tim Verifikasi yang dibentuk oleh Rapat Parhalado Ressort minimal 1 X 6 bulan.
7. Terkirimnya laporan kegiatan dan keuangan ressort yang sudah diverifikasi ke Praeses dengan tembusan ke Pimpinan HKBP dan jemaat-jemaat dalam naungan ressort yang bersangkutan minimal 1 X 6 bulan.





Tahun Penatalayanan 2010, sebagai satu moment untuk mulai membenahi diri agar terealisasi makna pelayanan yang sebenarnya yaitu membawa jemaat kepada DAMAI SEJAHTERA dalam kasih yang tertib